Air Zam-Zam

Mata Air Zam-Zam, Jemaah Haji hanya boleh bawa 5 literAir Zam-zam 5 liter

Harga: Rp 500.000,-

Belum Termasuk Ongkos Kirim

Info Produk:

Berat : 1 liter

Kondisi : Baru

Asuransi: Optional


Air Zam-Zam “Haram” dimasukkan Koper

Imbauan tanpa henti untuk tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bawaan terus digencarkan petugas kepada jemaah haji.

Pasalnya, meski sudah diingatkan berulang kali, masih saja banyak jemaah yang ‘bandel’. Padahal hal itu jelas-jelas ‘diharamkan’.

‘Haram’ di sini tentu bukan soal status air zamzam tersebut, melainkan karena adanya aturan yang melarang untuk memasukkan air zamzam bagi jemaah yang akan bertolak untuk pulang ke Tanah Air.

Adapun yang dianggap sebagai barang bawaan terlarang bagi jemaah di antaranya seperti pisau, barang yang mudah meledak, termasuk air zamzam di luar jatah yang diberikan.

Khusus untuk air zamzam, jemaah haji akan mendapatkan 5 liter per orang.

Ammarshop.com sebagai penyedia kebutuhan oleh-oleh haji dan umroh memberikan solusi yang memudahkan jamaah untuk membawa oleh-oleh air zam-zam tanpa harus terkena larangan membawa air zam-zam ketika di imigrasi Bandara.

Melalui pemesanan via online, jamaah haji dan umroh masih bisa membagikan oleh-oleh dari tanah suci.

Keajaiban Air Zam-zam

Air zamzam muncul ke permukaan bumi sejak zaman Nabi Ibrahim. Tepatnya kala Nabi Ibrahim menempatkan Siti Hajar dan Nabi Ismail di padang pasir kering kerontang.

Kala itu Nabi Ibrahim yang masih bayi menghentakkan kaki dan munculah air zamzam. Sampai saat ini, keajaiban yang mengundang decak kagum adalah, air zamzam tidak pernah habis meski lokasinya di tengah gurun pasir yang diselimuti cuaca panas dan jarang turun hujan.

Pusat air zamzam terletak di dalam Masjidil Haram, sejajar dengan pintu Kabah. Dahulu lokasi air zamzam bisa diakses melalui lorong bawah Masjidil Haram.

Jamaah dengan bebas mengambil air melalui sumur yang diambil dengan alat timba manual. Namun, air zamzam banyak dijual di pinggir jalan dan tidak terjamin keamannya bila dikonsumsi.

Seiring berjalannya waktu Raja Arab Saudi Abdullah mengarahkan agar air zamzam tetap terjaga dengan didirikannya pusat pengemasan air zamzam pada 2010.

Dengan begitu, kualitas air zamzam sebelum dikonsumsi lebih terjamin karena selalu dipantau oleh laboratorium kesehatan dan geologi, serta dewan takmir Masjidil Haram.

Dia menjelaskan, sumur air zamzam terletak di dalam Masjidil Haram. Dahulu banyak jamaah yang datang dan menjual air zamzam dengan kebersihan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Namun kini sudah sumur tersebut ditutup agar mutu kualitasnya terjaga. Sebelum sumur zamzam ditutup, lanjutnya, ada salah satu peneliti yang ditugaskan masuk ke dalam sumur.

Menurut kesaksiannya, hingga saat ini titik mata air zamzam tidak telihat. Air diketahui keluar dari sisi sumur zamzam.

Air Zam-zam  Mata Air Abadi

Meski air zamzam diserap dalam jumlah yang sangat banyak, hanya dalam hitungan tidak sampai 15 menit, maka sumur zamzam akan terisi. Padahal setiap harinya ratusan ribu kubik air zamzam diserap dari sumur untuk didistribusikan 24 jam di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah secara gratis.

Ilmuwan Jepang Dr Masaro Imoto pernah melakukan penelitian menggunakan teknik nano. Dia mengatakan, air zamzam memiliki beberapa keistiwamaan yang tidak tertandingi oleh air biasa.

Dr Masaro secara singkat menyimpulkan, air zamzam adalah air yang diberkahi tidak ada duanya Tidak satupun jenis air yang menyerupai butiran kristal air zamzam. Seluruh laboratorium yang ada tidak mampu mengubah berbagai karakteristiknya.[]

 

whatsapp
Chat WhatsApp Kami akan segera menjawab